WAGE, Wage Rudolf Supratman (2017)

by | Oct 31, 2017 | Daftar Film | 14 comments

[Total: 51    Average: 3.6/5]

TRAILER:

TEASER:

Detail Film

Genre                            : Biopic, Sejarah
Sutradara                      : John De-Rantau
Produser                       : M.Subchi Azal Tsani, Ivan Nugroho, Andy Shafik, John De Rantau
Skenario                        : Freddy Asyanto, Gunawan BS
Tanggal Rilis                  : 9 November 2017
Durasi                            : 101 menit
Produksi                        : OPSHID Media

SINOPSIS

Film “WAGE” sebagai film biopic tentang Wage Rudolf Supratman, berkisah tentang semangat dan rasa cinta pada tanah air, membuatnya –sebagai pemuda tak mau berdiam diri. Apapun bisa diberikan untuk berjuang dan membela Indonesia.

“Aku harus ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, aku pun harus terlibat langsung dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini,” demikian semangat membara seorang WAGE, laki-laki kelahiran Somongari, Purworejo, Jawa Tengah, 19 Maret 1903.

Somogari tidak lain adalah desa yang diyakini dibuka oleh sisa-sisa laskar pasukan Pangeran Diponegoro. Darah pejuang, memberi semangat bagi Wage Rudolf Supratman ketika memutuskan meninggalkan segala kemewahan yang dimilikinya di Makassar dan kembali ke Jawa.

Semangat membara untuk turut berjuang mengantar WAGE melibatkan diri secara langsung dalam pergerakan kemerdekaan di Jawa, menjadi wartawan  yang menyuarakan penderitaan rakyat kecil, memasuki ruang-ruang rapat organisasi pemuda, terlibat arena pergerakan kebangsaan, dan terutama menggubah lagu-lagu perjuangan untuk menggelorakan semangat perlawanan rakyat.

Dari Barat sampai ke Timur, Indonesia Wahai Ibuku, Di Timur Matahari, dan R.A.Kartini adalah sebagian di antara lagu-lagu perjuangan gubahannya. Dan puncak segala karyanya, lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pemain:

Rendra Bagus Pamungkas

Teuku Rifnu Wikana

Prisia Nasution

Putri Ayudya



				

Tanggapan dan Komentar Kamu

[Total: 51    Average: 3.6/5]

14 Comments

  1. Sebut Saja Bunga

    Awalnya karena ini film sejarah, dan lebih lagi film biopic,aku kira bakal ngebosenin. Tapi ternyata ini film keren bangeeeettttttttttt.

    Salah satu film sejarah terbaik yg pernah dibikin Indonesia.

    Ini pelajaran sejarah di sekolah pindah ke bioskop aja deh. Lebih nyantol n kerasa semangat perjuangannya WR Supratman. Wkwkwkw

    Reply
  2. Dina Marlina R

    Film yang mengenang sejarah bgt!!!
    Buat yg blom nonton wajib bgt nonton
    #dukungfilmbaik

    Reply
  3. Anonimous

    Wajib nonton bangettt nih!!! Ga cuma sekedar nonton buat hiburan tp banyakk pelajaran yg bisa diambil+mengenang sejarah.
    Semoga semakin banyak film2 sejarah Indonesia yg kereeen :))

    Reply
  4. A part of coffe

    Mantab film Wage
    Keren, gambarnya ndak ngebosenin. Full Art.
    Memang beda kualitas film dengan sinetron. Dan film wage salah satu film dengan videograf yang apik.

    Reply
  5. Ika Apri

    Film ini menurut saya sangat recommended untuk ditonton. Selain sarat akan pesan-pesan kebaikan dan semangat kemerdekaan, film ini menampilkan latar waktu dan tempat yang menurut saya hampir sempurna, mulai dari rumah, make up, pakaian, hingga kafe dan mobil berhasil membuat suasana benar-benar mirip seperti keadaan di zaman penjajahan. Meskipun ada tempat yang agak mengganggu saya, yaitu Gunung Nglanggeran. Saya tidak tahu apakah zaman penjajahan di gunung tersebut sudah dibuat tangga kayu atau belum, sebab setahu saya tangga kayunya baru dibuat belum lama ini.Hehe

    Dialog dan akting pemainnya juga apik, meskipun masih ada akting yang sedikit kaku.

    Sedikit masukan dari saya mungkin, yaitu saat Wage membaca surat Al fath kemudian mendapat inspirasi. Mungkin akan lbh baik jika yg dibaca adalah beberapa ayat, kemudian saat sampai di Qs Al Fath ayat 1,Wage seperti terhenti seolah mendapat ‘wangsit’.

    Overall film ini oke. Semoga akan semakin banyak film-film kepahlawanan semacam ini yang sarat akan nilai kebaikan.

    Reply
  6. DukunFilm

    Film bagus…
    Hanya saja
    terlalu serius
    terlalu teatarikal (mungkin udah di designnya gtu kali)

    Beberapa peristiwa loncat, mungkin karena ada kekosongan data sejarah disana. Karena perdebatan soal kehidupan wage yg sebenarnya juga banya perdebatan.

    Selebihnya bagus, terutama konten nilai dan semangat yg dibuat. Anak2 mudah kudu nonton ditengah kurangnya penghargaan kita pada pahlawan
    Ditengah banyaknya orang orang yng sok jdi pahlawan.

    Bahwa pahlawan tidak hanya soal pedang, parang dan senapang.
    Kepahlawanan itu soal apa yang kamu bisa melampui batas kemapanan dan kenyamanan.
    Ditengah mundurnya rasa hormat dan penghargaan kita pada pahlawan. Terutama anak2 muda kudu nontonlah.

    Reply
    • Sebut Saja Bunga

      Itu pemain2 nya kayak org2 basic teater kali ya

      Reply
    • Dukunpalem

      Mungkin emang cara ngomong orang dlu kayak gitu kak, agak serius gitu, ga alay2, eh taulah, mungkin inimah

      Reply
    • Bukan dukun

      Mungkin cara ngomong orang zaman dulu gitu

      Reply
  7. Kucingnyawanyacumansatucoy

    Belum nonton, tapi jadi pengen nonton gegara baca komen dan review diatas

    Reply
  8. cc

    Film yg penuh dengan nilai” baik. Banyak yang dibawa pulang abis nonton film ini. Belajar sejarah lewat film ini ndak ngebosenin. Jaman sekolah dulu cmn tau kalo w.r. Supratman itu cmn seorg pencipta lagu aja. Ternyata sebegitu heroiknya perjuang untuk ciptain dan nyayiin lagu Indonesia raya. Yang ngaku pemuda wajib nonton ini. Biar melek sejarah.

    Reply
  9. Tiwi

    Para ksatria tidak pernah melawan musuhnya yang sudah pasti akan bertekuk lutut. Begitulah tabiat bangsa kami – Wage –

    Ibu
    Terima kasih telah melahirkan anak berjiwa Wage untuk kami napak tilasi sahaja hidupnya

    So shame jika 4 juta orang sanggup hingar bingar mengantri bioskop untuk sebuah film setan. Tapi sepi untuk melihat pejuangnya yg berair mata lalu berdarah darah demi menghadiahi kita sebuah bangsa yang merdeka.

    Sebuah film berkualitas yg lebih patut mendapat apresiasi dari masyarakat penghuni Ibu Pertiwi bernama Indonesia Raya.

    Reply
  10. Nina Mayar

    Jarang sekali melihat suamiku nangis saat nonton film. Tapi di ujung film ini dia menangis, dan berulang kali mengatakan bahwa film ini bagus.
    Pemerintah, kalau mau anak muda lebih meresapi Lagu Kebangsaannya, lebih mencintai Tanah Airnya, perintahkan sekolah-sekolah untuk mengajak siswa-siswanya nonton ini.
    Mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga, sangat perlu nonton ini..
    Para ibu…
    Nonton ini supaya kita tahu, bahwa kita bisa berbuat sesuatu untuk bangsa ini, dengan mendidik anak laki-laki kita dengan benar

    Reply
    • Yul

      Luar biasa apresiasinya..selalu dukung film baik..go perfilman indonesia mendidik!

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest