Saya mengutuki industri perfilman yang hanya menayangkan film ini dalam waktu yang sangat singkat dan tanpa promosi yang masif. Jika saya memiliki kekuasaan maka saya akan menarik kembali film ini untuk tayang kembali di seluruh bioskop Indonesia. Film yang sangat berkesan dan cerdas. Ide cerita dan imajinasi yang luarbiasa. Film yang sangat detail menampilkan Indonesia masa depan. Sangat teliti dan hati-hati, semua disusun rapi dan menawan. Jika saya berkesempatan sekali lagi menonton di dalam teater, maka saya akan standing applause untuk film ini, seperti dulu saya lakukan pada film The Raid. Sebagai pecinta film action, saya pikir film 3 berhasil memberikan variasi sinematografi yang berbeda. Seni beladiri yang ‘pas’ tidak sadistik dan berlebihan, serta tidak menganggu jalannya cerita.

Penokohan dalam film ini sangat rapat dan saling berkaitan satu dengan lain. Tidak ada peran yang sia-sia, semua menjalankan sesuai porsi. Pembuat ide cerita berhasil mempermainkan pikiran penonton ketika berusaha menebak-nebak, yang mana tebakan itu pada akhirnya akan salah, dan salah lagi. Dan itu menjadi poin luarbiasa dalam perkembangan perfilman Indonesia. Saya merasa sedang menonton film Hollywood—dan ini tidak berlebihan. Jika anda salah satu penggemar serial NCIS (Naval Criminal Investigation Service), maka anda pasti sudah terbiasa melihat ide cerita “gila” yang hampir tidak pernah bisa ditebak akhir ceritanya. Begitu juga film alif lam mim ini.

Sinematografi yang disuguhi sungguh berkelas dan high technology. Penggunaan ‘green screen’ untuk memanipulasi setting saya pikir sangat baik, meskipun belum sanggup menyaingi karya luar negara. Teknik pengambilan gambar terbaik yang pernah saya saksikan, ini baru yang namanya film! Film jika dibuat menggunakan ilmu dengan teknik advance serta ide cerita jenius, akan melahirkan film yang berkualitas. Dan Indonesia harusnya bangga, bahwa ada anak-anak bangsa yang mampu menciptkan film yang berkualitas dan layak dipertontonkan di kancah internasional.

Jika anda bukan penggemar film action dan investigasi, atau film yang berkaitan dengan agen-agen internasional, mata-mata dan kawan-kawannyya, maka diawal anda akan dibuat bingung. Namun, jika anda adalah pencinta genre film seperti ini, maka anda akan berdecak kagum disepanjang film ini diputar. Mungkin akan banyak pertanyaan, “apakah ini cerita fiksi atau apakah kejadian dalam film ini mungkin terjadi di masa depan?”—tegas saya katakan, ini sangat mungkin terjadi. Jika anda tidak percaya, maka saya sarankan, luangkan waktu anda untuk menonton film internasional buatan luar negara yang lebih berat dari ini, untuk membuka mata kita bahwa ada hal besar yang sedang mengancam dunia ini, terutama Indonesia. Jangan kita menjadi manusia yang malas ‘berjuang’, menjadi manusia yang hanya memikirkan diri sendiri. Cobalah luangkan sedikit waktu untuk melihat apa yang terjadi diluarsana. Jangan pernah menutup mata dan hati untuk hal besar yang mungkin akan mengancam generasi masa depan.

Banyak hal positif yang dapat kita keruk dari film Alif Lam Mim melewati dialog yang padat, jelas, dan cerdas. Seperti dialog istri Lam yang mungkin banyak menampar para istri diluar sana, bahwa terkadang kita tidak sadar membuat suami kita tuli, sehingga tak bisa mendengar kata hati mereka, hanya karena kenyamanan hidup dan takut melarat. Selain itu bagaimana sang Kyai meninggalkan pesan-pesan singkat penuh makna, seperti “Rapatkan saf kita!” dan “Kotoran tidak dibersihkan dengan kotoran.” Pesan yang menyentuh dan harusnya menjadi perenungan untuk kita semua.

Hal yang paling utama yang hendak disampaikan tim pembuat film luar biasa ini saya rasa adalah perihal “kedamaian” yang meninggalkan Tuhan. Kedamaian yang dicapai tanpa adanya keimanan. Kedamaian tanpa agama. Dan, akankan itu akan menyelamatkan masa depan? Saya rasa jawabannya akan ada pada sequel film ini. Dan saya harap, memang sequel dari film ini akan muncul dalam waktu dekat!

Saya dan Komunitas Pecinta Film Islami dan Film Baik mengajak para pemuda Indonesia untuk sedikit menyisakan ruang pada pikiran dan hati kalian untuk menonton film ini (kembali) di bioskop terdekat dalam event nonton bareng KOPFI dipelbagai kota, jika kali kemarin kalian melewatkannya, maka kali ini jangan sampai!

Salam pecinta film baik!

Isti Anindya

 

Pin It on Pinterest